Transformasi Hukum Perceraian dalam Sistem Hukum Islam dan Hukum Positif Indonesia: Analisis Maqāṣid al-Syarī‘ah terhadap Perlindungan Ketahanan Keluarga
Keywords:
Perceraian, Hukum Islam, Dampak Perceraian, Ketahanan KeluargaAbstract
Divorce is a legal event that possesses complex religious, social, and juridical dimensions within Indonesian society. From the perspective of Islamic law, divorce is permissible as a last resort when marital life can no longer be maintained. Meanwhile, Indonesian positive law regards divorce as a legal act that must be conducted through judicial proceedings to ensure the protection of the rights of all parties involved. This study aims to analyze the transformation of the concept of divorce in Islamic law into the Indonesian national legal system and to examine its compatibility with the principles of maqāṣid al-sharī‘ah in protecting family resilience. This research employs a normative juridical method using statutory, conceptual, and maqāṣid al-sharī‘ah approaches. The legal materials consist of primary legal sources, including Law Number 1 of 1974 concerning Marriage as amended by Law Number 16 of 2019, the Compilation of Islamic Law, and other relevant regulations, as well as secondary legal materials such as books, scientific journals, and previous studies. The findings indicate that the Indonesian divorce system represents a transformation of Islamic law that prioritizes the protection of women’s and children’s rights through the judicialization of divorce. The requirement that divorce be conducted through the Religious Court does not contradict Islamic principles but rather reflects the implementation of maqāṣid al-sharī‘ah in protecting religion (ḥifẓ al-dīn), life (ḥifẓ al-nafs), lineage (ḥifẓ al-nasl), and property (ḥifẓ al-māl). Therefore, the Indonesian divorce system can be viewed as a form of Islamic legal reform oriented toward family protection and the realization of substantive justice.
References
Adiyana, Adam. 2020. Dampak Perselingkuhan Suami terhadap Kesehatan Mental dan Fisik Istri. Jurnal Al Wardah: Jurnal Kajian Perempuan, Gender, dan Agama. Vol 14, No 2.
Al-Zuhayli, Wahbah. 1989. Al-Fiqh al-Islami wa Adillatuh, Juz VII. Damaskus: Dar al-Fikr.
Amalia, Jamaluddin Nanda. 2016. Hukum Perkawanin. Sulawesi: Unimal Press.
Arsad, Nasution Muhammad. 2018. Perceraian Menurut Kompilasi Hukum Islam (KHI) dan Fiqh. Jurnal Ilmu-Ilmu Kesyariahan dan Pranata Sosial. Vol. 4, No 2.
Azhar, Pradana Chairy, Veronika Nabila, dkk. 2022. Dampak Perceraian Terhadap Psikologi Anak. Jurnal Berbasis Sosial (JBS): Pendidikan IPS STKIP Al Maksum, Vol 3, No 1.
Dariyo, Agoes. 2004. Psikologi Perkembangan Dewasa Muda. Jakarta: Grasindo.
Faisal, Jamaluddin dan Fitri Yulisa. 2019. Analisis Yuridis Perceraian Di Luar Pengadilan Menurut Undang Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawaninan dan Menurut Pendapat Ahli Fikih Islam. Suloh: Jurnal Fakultas Hukum Universitas Malikussaleh, Vol 7, No 1.
Gunarsa, Yulia Sinngih D dan Gunarsa Sinngih D. 2004. Psikologi Praktis: Anak, Remaja dan Keluarga. Jakarta: BPK Gunung Mulia.
Gunawan. 2014. Dampak- Dampak Perceraian Terhadap Para Pihak yang Melakukan Perceraian. Jawa Tengah: Universitas Surakarta
Krisnani, Hetty dan Ramadhani Putri Erika. 2019. Analisi Dampak Perceraian Orang Tua Terhadap Anak Remaja. Jurnal Pekerjaan Sosial. Vol 2, No 1.
Lily Zakiyah Munir, Lily Zakiyah. 1999. Memposisikan Kodrat: Perempuan dan Perubahan dalam Perspektif Islam. Bandung: Mizan.
Lubis, Elfi Lailan Syamita dan Siregar Zulham. 2021. Penerapan Pembelajaran Karakter Peduli Sosial Di STIKP AL Maksum Langkat. Jurnal Sintaksis: Pendidikan Guru Sekolah Dasar, IPA, IPS dan Bahasa Inggris. Vol 3, No1.
Madchaini, Kuntari dan Zainuddin. T.M. 2022. Analisis Faktor Penyebab Perceraian dengan Alasan Perselisihan Terus-Menerus Perspektif Fikih Munakahat, Jurnal Hukum Keluarga Islam. Vol. 1, No. 1.
Matondang, Armansyah. 2014. Faktor-faktor yang Mengakibatkan Perceraian dalam Perkawinan, Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Sosial Politik. Vol. 2, No. 2.
Riski Marito Daulay, “Gugat Cerai Karena Suami Tidak Memberi Nafkah Menurut Undang-Undang Perkawinan Dan Hukum Islam,” Tabayyanu : Journal Of Islamic Law 1, no. 01 (2024): 41–57, https://jurnal.tabayanu.com/index.php/tabayyanu/article/view/5.
Sanusi, Nur Taufiq. 2017. Perceraian dalam Perundang-Undangan Negara Muslim (Studi Perbandingan Hukum Keluarga Islam Pakistan, Mesir dan Indonesia). Jurnal Al-Qadau: Peradilan dan Hukum Keluarga Islam. Vol. 4, No. 2.
Saputra, Eko. 2025. Mendesain Ulang Keadilan: Reformasi Hukum Perceraian dalam Sistem Peradilan Agama. Jurnal Ilmiah Multi Disiplin. Vol. 3, No. 1, 2025.
Sholeh, Muhammad. 2021. Peningkatan Angka Perceraian Di Indonesia: Faktor Penyebab Khulu’ dan Akibatnya, Qonuni: Jurnal Hukum dan Pengkajian Islam. Vol. 1, No 1.
Sitompul, Latipa Hanum. 2025. Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). Jurnal Dialektika Hukum. Vol. 7, No. 1.
Sukmawati, Indah, Sari Mega Novita dan Yusri. 2015. Faktor penyebab Perceraian dan Implikasinya dalam Pelayanan Bimbingan dan Konseling. JKP: Jurnal Konseling dan Pendidikan. Vol. 3, No. 1.
Tarigan, Azhari Akmal dan Amiur Naruddin. 2006. Hukum Perdata Islam di Indonesia. Jakarta: Kencana.
Thorik, Achmad, dkk., 2025. Dinamika Perceraian di Kalangan Keluarga Muslim Indonesia Dalam Perspektif Sosiologi Hukum Islam. Millatuna: Jurnal Studi Islam. Vol. 2, No. 4.
Zahra, Salsabillah Nilam, dkk., 2023. Implikasi Yuridis Perceraian terhadap Hak-hak Anak dalam Perspektif Hukum Islam. Jurnal Konstruksi Hukum. Vol. 4, No. 3.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Albayan Journal of Islam and Muslim Societies

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







